Plue terbangun dari tidurnya…setelah mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk kalau ternyata pangeran Antah Berantah tidak seganteng bayangannya, nggak sesuai tipenya, dan dia nggak akan pernah mau menikah dengannya. Bahkan pacarnya yang sekarang pun gak bakal ditukar sama seorang pangeran semacam itu. Gak rela. Pacarnya terlalu baik, terlalu sayang Plue. Plue nggak punya banyak waktu lagi untuk ngelanjutin cerita ini. Masih banyak kerjaan di kantor. Sadarlah dia kalau selama ini dia sudah terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk bermimpi. Sekarang saatnya memikirkan kenyataan yang ada. Dia bukanlah seorang puteri. Seorang budak pun bukan. Dia hanya manusia biasa, yang terjebak di dalam dunia yang fana, bersama dengan manusia-manusia yang sama fananya dengan dirinya. Oh alangkah jemu. Hidup terus berjalan. Plue melakukan tugasnya. Demikian seterusnya. Manakah yang lebih baik, dunia nyata, ataukah dunia dalam mimpinya. Plue pun mengangguk2kan kepala. Sepertinya memang dunia ini masih jauh lebih ramah kepadanya ketimbang dunia di dalam mimpi buruknya.
- The end -
Cerita ini adalah fiksi belaka, ending ini ditulis di CBLC pas jam sibuk, banyak orang mondar-mandir, jadinya kayak gini.